Gebang, ElangPos
Dalam memperingati Hari Ulang tahun Saka Wana Bakti ke 36, dan Saka Kalpataru ke – 6 dilakukan penanaman pohon Mangrove di Desa Pasar Rawa Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat Sumatera Utara Jum’at (27/12).

Kegiatan penanaman pohon Mangrove di kawasan manggrove di Desa Pasar Rawa Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat ini dilakukan Muspida, muspika, TNI dan POLRI, dan pembina dan siswa – siswi Pramuka serta masyarakat. Untuk penghijauan dan pelestarian hutan mangrove di Kabupaten Langkat yang hampir terancam punah.

Penanaman pohon manggrove ini sangat berguna untuk ekosistem perkembang biakan biota – biota laut. Seperti ikan , kepiting dan lainnya. Sekilas kata sambutan Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Wampu Sei Ular Ir. Anang Widicahyono, MM yang dibacakan oleh Kepala Seksi Program DASHL – Joko Widiyanto, S.Hut, MP mengatakan. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Saka Wanabakti ke-36 dan Hari Jadi Saka Kalpataru ke-6 Tahun 2019. Semoga Kakak-Kakak dan Adik-Adik sekalian selalu berada dalam keadaan sehat.

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 18 hingga 25 November 2019, kita bersama-sama telah mensukseskan penyelenggaraan Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti (PERTIKAWAN) Tingkat Nasional. Masih dalam semangat itu juga, sebagaimana pesan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kakak Siti Nurbaya, sangat besar harapan panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan karunia-Nya lah pada hari yang berbahagia ini, kita bersama-sama dapat saling berbagi senyuman dan berjumpa dalam rangka memperingati Hari Jadi Saka Wanabakti ke-36 dan Hari Jadi Saka Kalpataru ke-6 Tahun 2019.

Beliau juga berharap kepada Pramuka untuk dapat menjadi Green Inspirator, menjadi lokomotif perbaikan dan pemeliharaan lingkungan hidup di negeri ini.Untuk menjamin keberlanjutan kehidupan generasi mendatang. Negara ini membutuhkan gerakan sosial yang kuat dan meluas. Gerakan Pramuka, yang dekat dengan kehidupan sosial masyarakat, diharapkan dapat turut serta berperan dalam perbaikan lingkungan hidup demi kelangsungan hidup kita di masa yang akan datang.

Pramuka yang saat ini beranggotakan kurang lebih 21 juta jiwa menurut ketua Kwarnas merupakan aset besar bangsa untuk mencetak kader-kader yang berwawasan lingkungan hidup dan kehutanan. Maka dari itu, Pramuka patut menjadi garda terdepan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang hijau, bersih, indah dan asri. Gerakan Pramuka adalah gerakan kader pemimpin masa depan bangsa. Hijaunya Pramuka adalah hijaunya negara. Hadirin yang berbahagia, Bulan Desember, tepatnya tanggal 19 Desember adalah hari lahir Saka Wanabakti dan tanggal 5 Desember adalah hari jadi Saka Kalpataru. Maka dari itu, Bulan Desember ini dapat kita jadikan sebagai bulan bakti untuk semua anggota saka, bisa dalam bentuk penanaman, pembuatan biopori, keberihan lingkungan, bersih-bersih sampah, menerapkan prinsip 3R, Reduce Reuse dan Recycle, serta hal-hal lain yang mencerminkan krida-krida yang ada. Kemudian, setalah ini, saya himbau kepada seluruh jajaran Kwartir Daerah atau Kwartir Cabang Gerakan Pramuka dan UPT KLHK di daerah untuk mengaktifkan kembali Pimpinan Saka, Pamong dan Instruktur serta anggota saka wanabakti maupun saka kalpataru.
Saya meminta kepada semua pimpinan dan anggota saka, bahwa dalam melaksanakan kegiatan, baik di Saka Wanabakti dan Saka Kalpataru, kegiatan tersebut harus mendukung dan bersinergi dengan KLHK dalam mendukung Indonesia Maju.

Momentum hari jadi Saka Wanabakti dan Saka Kalpataru ini saya jadikan kesempatan untuk memberikan himbauan kepada Anggota Pramuka di seluruh Indonesia. Untuk selalu semangat dan merapatkan barisan guna melaksanakan bakti terhadap alam dan lingkungan diseluruh pelosok Nusantara.

Sebagaimana dengan bunyi Darma kedua seorang Pramuka yaitu, “Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia”. Pada kesempatan ini juga, saya mengajak adik-adik Pramuka, dan kita semua untuk menjaga kelestarian lingkungan. Salah satunya yang sederhana adalah dengan menanam minimal 25 pohon seumur hidup. 5 pohon sewaktu di Sekolah Dasar, 5 pohon saat Sekolah Menengah Pertama, 5 pohon Sekolah Menengah Atas, 5 pohon ketika di bangku kuliah dan 5 pohon sewaktu menikah.

Mari hadirkan hutan di halaman rumah kita. Jika kita memiliki halaman rumah seluas 10 m2, ditanam dengan berbagai jenis pohon. Jika tanaman sudah mencapai tinggi 3 meter dengan tajuk yang saling bertemu, itu sudah disebut hutan. Beliau juga meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk semangat menanam pohon, menjaga lingkungan, serta melestarikan keanekaragaman hayati yang kita miliki, tutur beliau. EL01