Aneh tapi Nyata Kader Partai berpotensi disingkirkan

Langkat,Elangpos.com

Partai – partai politik ( Parpol) banyak melakukan pengkaderan anggota, baik dari sayap – sayap partai maupun masyarakat simpatisan melalui Latihan Kader Dasar (LKD) maupun kaderisasi anggota. Apa lagi menjelang pemilihan umum ( pemilu) 2024 mendatang, pengurus partai politik membuat strategi dan mencari simpatisan masyarakat untuk dapat direkrut menjadi anggota dan dikader.

Pada hakikatnya kaderisasi merupakan suatu bentuk pendewasaan individu demi meningkatkan kualitas serta pemahaman individu tersebut dalam lingkup organisasi yang kelak nantinya akan menjadi bagian dalam organisasi tersebut.

Kaderisasi adalah suatu proses dalam membentuk kader-kader baru dalam sebuah organisasi. Kaderisasi sangat penting, terlebih kaderisasi sebagai basis pengkaderan partai politik mengingat perlu adanya transfer pengetahuan (knowledge) politik, tidak hanya yang terkait dengan sejarah, visi, misi dan strategi partai politik, tetapi juga hal-hal yang terkait dengan permasalahan bangsa dan negara.

Namun lain halnya yang terjadi di kepengurusan DPC. PPP Kabupaten Langkat. Aneh tapi nyata terjadi, seorang kader partai yang telah terbukti berpotensi dapat merekrut simpatisan masyarakat disingkirkan dari kepengurusan.

M. Mas’ud. MZ, S.H., M.H, seorang kader Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) di Kabupaten Langkat yang sebelumnya sudah menjabat sebagai Majelis Pakar PPP Kabupaten Langkat.

M. Mas’ud. MZ, S.H., M.H, seorang kader Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) di Kabupaten Langkat yang sebelumnya sudah menjabat sebagai Majelis Pakar PPP Kabupaten Langkat. Disingkirkan dan tidak lagi dimasukkan kepengurusan DPC. PPP Kabupaten Langkat Periode 2022 – 2027.

Ketika dikonfirmasi Elangpos.com, Jum’at ( 8/4/2022) melalui via hp mengatakan. Pria yang murah senyum dan akrab disapa Dimas tersebut mengatakan. Dalam kepengurusan sebelumnya, dirinya sudah dipercayai untuk duduk sebagai Majelis Pakar. Selain itu, beliau juga tercatat sebagai pengumpul banyak suara dari pemilihan legislatif tahun 2019 dari Partai Persatuan Pembangunan.

“Ya, sebelumnya kan saya memang sudah duduk sebagai Majelis Pakar. Lalu, pada bulan Januari kemarin, digelarlah Musda untuk membentuk kepengurusan DPC PPP Kabupaten Langkat yang baru. Nah, hasilnya ternyata sudah tidak ada lagi nama saya sebagai pengurus, tutur beliau.

Terkait alasan tidak dimasukkan dikepengurusan DPC. PPP Kabupaten Langkat, Dimas juga mengatakan,
“ Ya, alasannya ‘karena masih bermasalah’ dengan salah seorang kader PPP Kabupaten Langkat berinisial ( CT) yang saat ini masih menjabat menjadi anggota DPRD Kabupaten Langkat.

Padahal, menurut Dimas, saat masalah itu mencuat ke publik, bukan beliau yang melaporkannya ke Dewan Pimpinan Wilayah ( DPW) Partai Persatuan Pembangunan Sumatera Utara. Tetapi kader partai yang lain, namun mengapa dirinya menjadi ibasnya, “ jelas seorang pengacara rakyat tersebut.

Dirinya disingkirkan dari kepengurusan DPC. PPP Kabupaten Langkat tersebut, terlihat dari tidak tercantumnya nama beliau dikepengurusan DPC. PPP Langkat periode 2022-2027.

Menanggapi hal itu, seorang yang dikenal dengan pengacara rakyat ini mengatakan. “ Ya, biasalah, itu dalam dunia politik. Hari ini dirangkul dan berkoalisi, besok lusa sudah tidak lagi dirangkul dan dibiarkan, ” ujar Dimas kepada wartawan. G Red