Sembilan Orang Warga Kota Binjai Terkepung di Perang Urkarina. Mohon Bantuan Pemerintah RI Untuk di Evakuasi

Binjai. Elangpos.

Sembilan orang warga Indonesia , yang bekerja di Ukraina, mengharapkan bantuan pemerintah Republik Indonesia , agar dapat segera di pulangkan ke tanah air.

Suami saya, dan anak saya yang kerja di kota Chernihiv Ukraina  mereka semua  memohon segera di evakuasi , kata Ayi Rodiah,(42)  istri dari Iskandar, salah seorang warga kota Binjai, yang kini berada di tengah pertempuran pasukan Ukraina dan Rusia, kepada Elangpos, Sabtu (5/3) di kediamannya di jalan dr Wahidin Binjai.

Sembilan orang warga kota Binjai , mereka adalah Iskandar, Muhamad Raga Prayuda, Amri Abas, Muhamad Aris Wahyudi, Zulham Ramadhan, Syahfitra Sandiyoga, Agus Alfirian dan Dedi Irawan, semuanya warga kota Binjai, berada sejak tahun 2018 di kota Chernihiv , atau sekitar dua jam perjalanan ke Kiev , ibu kota Ukraina.

Mereka di Ukraina, bekerja di pabrik plastik, kini kondisi mereka sangat ketakutan, karena hampir lima menit sekali, terdengar suara letusan bom, berasal dari pesawat tempur milik tentara Rusia.

“ Sampai saat ini, suami dan anak saya masih selamat, tapi kondisi di sana tidak menentu, bom basih di jatuhkan dari pesawat Rusia, kata Ayi Rodiah, menceritakan kondisi warga Binjai di Ukraina.

Iskadar dan anaknya Muhamad Raga Prayuda, saat di hubungi Elangpost melalui telepon WA, mengungkapkan rasa takutnya akan keselamatan mereka, yang berada di tengah – tengah perang.

“ Kami mohon pemerintah Republik Indonesia segera mengevakuasi kami semua bang “ Kata Iskandar , bersamaan dengan terdengar suara ledakan bom .

Diakui Iskanda dan warga kota Binjai lainnya , yang berada di kota Chernihiv, saat ini situasi sangat mencekam, tidak mudah untuk melakukan perjalanan darat, Mereka lebih banyak berada di lantai dasar pabrik tempat mereka bekerja, untuk menjaga keselamatan diri .

Ayi Rodiah, mengharapkan agar pemerintah republik Indonesia , memberikan perhatain kepada sembilan orang warga kota Binjai, yang kini berada di tengah – tengah pertempuran pasukan Ukraina dan tentara Rusia, sehingga mereka segera pulang kembali ketanah air (mza )