Sertijab Ka. Rutan P. Berandan berlangsung dihadapan Kepala Kanwil Kemenkumham Sumut

 

Imam Suyudi : Mengingatkan kembali pesan Menteri Hukum dan HAM


Medan,elangpos.com

Serah terima jabatan Kepala Rumah Tahanan Negara Klas II B, Pangkalan Berandan berlangsung di hadapan Imam Suyudi selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara, berlangsung di Aula Soepomo Lantai V Kanwil Kemenkumham, Medan Sumatera Utara (Kamis,22/12/22).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun redaksi elangpos.com Kamis ( 22/12/2022) melalui Humas Kanwil Kemenkumham Sumut menjelaskan. Serah terima jabatan Ka. Rutan Klas II B, P. Berandan dari Plt.Pariaman Saragih, S.H.M.Hum kepada Anak Agung Gde Joni Purnama Putera, AMD., IP., S.H berlangsung dalam rangkaian pengambilan sumpah dan pelantikan 23 orang pegawai dalam jabatan administrasi.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat Administrasi dilakukan kepada 23 orang pegawai, terdiri dari 1 orang pejabat administrator, 4 orang pejabat pengawas dan 18 orang Pejabat Pelaksana.

Jabatan Administrasi (JA) merupakan sekelompok jabatan yang memiliki fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan, yang diduduki oleh ASN di instansi pemerintah. Ini sesuai dengan pasal 1 Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Dalam kesempatannya Imam mengingatkan kembali pesan Menteri Hukum dan HAM. “Jaga kesehatan jasmani maupun rohani sehingga dapat berkinerja secara produktif, melaksanakan perjanjian kinerja secara berkualitas dan akuntabel serta menyiapkan langkah antisipasi dan memitigasi sedini mungkin untuk meminimalisir risiko” jelas Imam.

Beliau juga menegaskan kepada pejabat yang baru dilantik untuk tidak menyia-nyiakan jabatan yang sudah diamanatkan. Menjalankan jabatan dengan sebaik-baiknya dengan penuh komitmen dan rasa tanggung jawab yang besar.

“Jangan sia-siakan amanah ini, dan jangan pernah berlaku sewenang-wenang sehingga merugikan institusi Kementerian Hukum dan HAM. Jangan bersikap aji mumpung, tapi bersikaplah rendah hati dan bertanggung jawab terhadap jabatan yang diemban,”

Dalam menghadapi transformasi digital, Pimpinan yang Arif dan bijaksana ini juga meminta 3 hal untuk dapat dilakukan. Pertama, untuk dapat lebih adaptif yaitu dengan beradaptasi, menyiapkan diri dengan pola-pola digital dan teknologi ditengah arus deras Revolusi Industri 4.0 dengan beragam disrupsinya dan ini juga dapat di mulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga.

 

Selanjutnya, tingkatkan kompetensi (Upskilling/Reskilling) dengan melakukan tugas fungsi yang lebih Value Added. Dituntut bukan hanya bisa, tapi juga menjadi ahli. Jadilah Ahli disektor masing-masing. Era 4.0 sistem bukan lagi padat karya tapi going digital. Pekerjaan-pekerjaan biasa akan tergantikan oleh Artificial Intelligence.

Dan yang terakhir fokus, dengan mempersiapkan prioritas yang ada. Mempersiapkan diri untuk betul-betul bisa mengendalikan organisasi secara fokus dan berdasarkan prioritas program kerja. Pemimpin yang baik senantiasa memberikan teladan. Berikan teladan untuk menjalankan organisasi, yakinkan bahwa Teamwork bisa berjalan dengan baik, cepat dan tepat untuk mencapai tujuan dan mengembangkan prestasi organisasi, tegas beliau. G Red