P. Berandan, ElangPos

Budaya bersalaman adalah upaya menumbuhkan karakter siswa – siswi di Lingkungan Sekolah. Seperti yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri No. 053996 Pelawi Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat Sumatera Utara (4/12).

Budaya bersalaman adalah salah satu pembiasaan yang paling kecil. Bersalaman guru dengan siswa – siswi pada waktu pagi hari mempunyai pengaruh dan manfaat yang positif baik guru maupun siswa. Budaya bersalaman atau berjabat tangan antara siswa dengan guru dapat mencerminkan rasa kekeluargaan di sekolah.

Selain itu dapat membentuk perilaku dan budi pekerti yang baik antara siswa dengan guru ketika di sekolah. Demikian juga anak dengan orang tuanya ketika berada di rumah. Untuk membentuk karakter dan menumbuhkan perilaku baik butuh pembiasaan. Tentunya pembiasaan bersalaman ini juga perlu di lakukan oleh siswa saat di rumah dan lingkungan masing-masing untuk bekal siswa di masa mendatang. Dan yang lebih penting juga pembentukan pendidikan karakter sekarang masih digalakkan pemerintah.

Dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional dirumuskan dalam pasal 3 yaitu. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban. Bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Menurut Syahjehan Tarigan, A.Ma mewakili Kepala Sekolah Dasar Negeri No.053996 Pelawi Hj.Linda,SPd ketika di konfirmasi elangpos.com Rabu (4/12) mengatakan. Pelaksanaan bersalaman di lingkungan sekolahnya itu dilakukan pada pagi hari dan pada waktu pulang sekolah. Pada pagi hari sebelum masuk kelas, kami membuat jadwal kepada guru-guru untuk menyambut siswa untuk bersalaman dan memberikan senyuman, sapaan kepada siswa dan kepada wali murid yang mengantar siswa ke sekolah. Tapi sebelum penerapan kepada siswa di sekolah, guru-guru harus terlebih dahulu memberi contoh terlebih dahulu dengan mempraktekkannya dengan sesama teman guru. Dengan melihat contoh dari bersalaman tersebut dan tentunya guru juga memberikan informasi manfaat budaya bersalaman. Bentuk nyata yang dapat dilihat secara langsung budaya bersalaman ketika pagi hari dan pulang sekolah, secara tidak langsung karakter budi pekerti siswa dapat dibentuk kearah yang lebih baik lagi.

Adapun manfaat bersalaman bagi guru yaitu dapat mengenal kepribadian atau karakter siswa lebih dalam. Sebagai sarana memotivasi siswa, guru akan lebih dihormati oleh siswa. Memantau kehadiran siswa, dan sarana menerapkan pendidikan karakter terhadap siswa. Juga Budaya bersalaman dapat bermanfaat bagi siswa yaitu, dapat menumbuhkan semangat belajar, meningkatkan motivasi kedisiplinan, menanamkan sikap sopan dan hormat kepada guru dan orang yang lebih tua.

Dengan demikian pembiasan bersalaman siswa dengan guru menanamkan pembiasaan ( habituation ) tentang hal mana yang baik sehingga siswa menjadi paham mana yang baik atau yang buruk. Mampu merasakan dan kebiasaan melakukannya. Dengan kata lain, pendidikan karakter yang baik harus melibatkan bukan saja aspek pengetahuan yang baik, akan tetapi juga merasakan dengan baik dan perilaku yang baik. Pendidikan karakter menekankan akan kebiasaan yang terus-menerus dipraktikkan dan dilakukan baik di lingkungan sekolah maupun di mana kita berada.EL01